Sejarah SMP Muhammadiyah 2 Kalasan
Dari Perjuangan Kecil, Tumbuh Menjadi Lembaga Pendidikan yang Menginspirasi
SMP Muhammadiyah 2 Kalasan merupakan salah satu lembaga pendidikan Muhammadiyah yang memiliki perjalanan panjang dalam mengembangkan pendidikan Islam di wilayah Kalasan. Berawal dari sebuah sekolah sederhana di Desa Bayen, semangat dakwah, pendidikan, gotong royong, dan pengabdian masyarakat menjadi fondasi yang mengantarkan sekolah ini terus tumbuh hingga saat ini.
“Mendidik dengan ilmu, membina dengan iman, dan mengabdi untuk kemajuan umat.”
Awal Perjalanan
1 Agustus 1965
Perjalanan SMP Muhammadiyah 2 Kalasan dimulai pada 1 Agustus 1965 dengan nama SMP Muhammadiyah Bayen.
Pada masa awal berdirinya, sekolah ini memiliki 15 siswa, terdiri atas 10 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan. Dengan keterbatasan sarana dan prasarana, kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan penuh kesederhanaan dan semangat pengabdian.
Pada saat itu, SMP Muhammadiyah Bayen menumpang di gedung SD Muhammadiyah Bayen. Gedung digunakan untuk kegiatan pembelajaran SD pada pagi hari, kemudian pada sore harinya digunakan untuk kegiatan belajar siswa SMP.
Keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat para pendiri dan guru. Justru dari kesederhanaan itulah tumbuh semangat perjuangan yang menjadi bagian penting dari sejarah sekolah hingga hari ini.
Jejak Perjalanan Sekolah
1965
SMP Muhammadiyah Bayen Berdiri
SMP Muhammadiyah Bayen resmi berdiri pada 1 Agustus 1965 dengan jumlah awal 15 siswa. Kegiatan pembelajaran masih menumpang di gedung SD Muhammadiyah Bayen.
1965–1985
Membangun Fondasi Pendidikan
Selama dua dekade pertama, sekolah terus berkembang melalui perjuangan para guru, karyawan, pendiri, serta dukungan tokoh masyarakat. Pendidikan menjadi sarana utama dalam menjalankan misi dakwah Muhammadiyah.
1986
Menjadi SMP Muhammadiyah 2 Kalasan
Mulai tahun 1986, nama SMP Muhammadiyah Bayen berubah menjadi SMP Muhammadiyah 2 Kalasan. Nama tersebut digunakan hingga sekarang.
Perubahan nama ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan kelembagaan sekolah.
1989
Menempati Gedung Baru
Setelah melalui perjuangan panjang, pada tahun 1989 SMP Muhammadiyah 2 Kalasan mulai menempati gedung baru yang berada di sebelah utara Desa Bayen.
Gedung tersebut berdiri di atas tanah wakaf dari almarhumah Ibu Hj. Sugeng, warga Desa Bayen, yang diperoleh melalui proses tukar guling dengan tanah kas Kelurahan Purwomartani.
Seiring meningkatnya kepercayaan dan animo masyarakat terhadap SMP Muhammadiyah Bayen, dukungan terhadap pembangunan sekolah semakin besar. Guru, karyawan, dan tokoh masyarakat turut berwakaf dan memberikan kontribusi demi terwujudnya fasilitas pendidikan yang lebih baik.
Hingga Saat Ini
Terus Tumbuh, Terus Mengabdi
Dari sebuah sekolah sederhana dengan 15 siswa, SMP Muhammadiyah 2 Kalasan terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang memiliki peran penting dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.
Semangat para pendiri dan generasi terdahulu terus menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk melanjutkan perjuangan dalam membangun generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Para Pendiri
Mereka yang Meletakkan Fondasi
Berdirinya SMP Muhammadiyah Bayen tidak terlepas dari perjuangan para tokoh yang memiliki kepedulian besar terhadap pendidikan dan dakwah Islam di wilayah Kalasan.
Para pendiri SMP Muhammadiyah Bayen antara lain:
Drs. Zainuri
H. Sawardi, B.A.
Muhammad Anies
H. Sriyono, B.A.
Muhammad Jazuli
Serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya.
Mereka adalah bagian dari sejarah yang meletakkan dasar bagi berdirinya sebuah lembaga pendidikan yang hingga kini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Guru-Guru Perintis
Para Pendidik di Masa Awal
Di balik berdirinya sebuah sekolah selalu ada guru-guru yang bersedia mengabdikan ilmu dan tenaganya. Pada masa awal SMP Muhammadiyah Bayen, beberapa guru yang turut menjadi bagian dari perjuangan pendidikan antara lain:
- H. Sriyono, B.A.
- H. Sawardi, B.A.
- Drs. Zainuri
- Muhammad Anies
- H. Marwiyono
- Marminah
- Murni Budiyati
Dedikasi para guru perintis menjadi bagian penting dalam membangun budaya pendidikan dan karakter sekolah sejak generasi pertama.
Dari Bayen untuk Kalasan
Pendidikan sebagai Jalan Dakwah
Sejak awal, pendirian SMP Muhammadiyah Bayen tidak hanya berorientasi pada pendidikan formal. Sekolah didirikan sebagai bagian dari perjuangan dakwah Islam melalui jalur pendidikan.
Ada tiga semangat utama yang menjadi tujuan pendirian sekolah:
Dakwah Islam
Menjadikan pendidikan formal sebagai sarana untuk menyebarkan nilai-nilai Islam dan membentuk generasi yang memiliki keimanan serta akhlak mulia.
Kaderisasi Muhammadiyah
Membentuk generasi yang memiliki wawasan keislaman, kepedulian sosial, semangat berorganisasi, serta mampu meneruskan perjuangan Muhammadiyah.
Membina Generasi
Memberikan pendidikan dan pembinaan kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya menghadapi perkembangan pemikiran dan ideologi yang berkembang pada masa tersebut, termasuk membendung pengaruh komunisme di sekitar wilayah Kalasan.
Estafet Kepemimpinan
Kepala Sekolah dari Masa ke Masa
Perjalanan SMP Muhammadiyah 2 Kalasan tidak dapat dipisahkan dari peran para kepala sekolah yang telah memimpin dan memberikan kontribusi bagi perkembangan sekolah.
Berikut kepala sekolah yang pernah menjabat hingga saat ini:
01 — Drs. Zainuri
02 — Muhammad Anies
03 — Drs. Kasiyarno
04 — Harsono, B.A.
05 — H. Sriyono, B.A.
06 — H. Sugeng Suratman, B.A.
07 — Drs. H. M. Mustofa, M.Si.
08 — H. Surakhmad, S.Pd.
09 — Hj. Nurhidayati, S.Pd.
10 — Rina Wulandari Rahayuningsih, M.Pd.
11 — Apung Saepuddin, S.Pd.I., M.S.I.
Setiap kepemimpinan membawa semangat, gagasan, dan kontribusi masing-masing dalam melanjutkan perjalanan sekolah.
Warisan yang Terus Hidup
Bukan Sekadar Bangunan, tetapi Sebuah Perjuangan
Perjalanan SMP Muhammadiyah 2 Kalasan bukan hanya tentang perubahan nama, pembangunan gedung, atau bertambahnya jumlah peserta didik.
Lebih dari itu, sejarah sekolah adalah kisah tentang perjuangan para pendiri, pengabdian para guru, ketulusan para pewakaf, dukungan tokoh masyarakat, serta kepercayaan orang tua dan masyarakat.
Tanah wakaf, tenaga yang dicurahkan, ilmu yang diajarkan, dan doa yang dipanjatkan oleh generasi terdahulu menjadi bagian dari warisan yang terus hidup hingga sekarang.
Setiap sudut sekolah menyimpan cerita.
Setiap generasi membawa harapan.
Dan setiap langkah pendidikan adalah bagian dari perjuangan untuk masa depan.
Melanjutkan Perjuangan
1965 — Hari Ini — Masa Depan
Berawal dari 15 siswa, SMP Muhammadiyah 2 Kalasan telah melewati perjalanan panjang selama lebih dari enam dekade.
Kini, semangat tersebut terus dilanjutkan oleh seluruh keluarga besar sekolah dengan menghadirkan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam, ilmu pengetahuan, akhlak, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.
Kami tidak hanya mewarisi sebuah sekolah.
Kami mewarisi sebuah perjuangan.
Dan perjuangan itu akan terus dilanjutkan untuk melahirkan generasi yang:
Beriman • Berilmu • Berakhlak • Berprestasi • Berkemajuan
SMP Muhammadiyah 2 Kalasan
Menjaga Warisan, Melanjutkan Perjuangan, Membangun Masa Depan.